PT Sintola Solusindo Dinamika - Provide The Premium Digital Marketing Training and Branding - Knowledge Management and Digital Literacy & Learning in Indonesia Included The Google Platform Utilization Training - Business Motivator and Consultant eMail : masrizal.umar@gmail.com - WA/Mobile : +62-812-9061720 - IG @Rizal2407 - https://www.linkedin.com/in/Masrizal
Friday, January 27, 2017
Friday, January 13, 2017
Tuesday, December 27, 2016
Digital Marketing Series – Melihat Potensi Koperasi Syariah di Indonesia Khususnya di Sumatera Barat
Salah satu hal yang menarik kita bicarakan sekarang ini
adalah masalah Ekonomi Umat Islam yang selama ini terus terpinggirkan dan
selalu mengalami stigma kurang baik baik kalau sudah bisa ghirah islamiyah.
Tetapi semenjak Gerakan Membela Islam 212 yang menjadi viral didunia maya
diharapkan jadi momentum untuk kebangkitan ekonomi umat islam khususkan dan
ekonomi usaha kecil dan menengah umumnya.
Menarik untuk menindaklanjuti bentuk Model Ekonomi seperti
apa yang mau diterapkan apakah seperti Model Kapitalis seperti Perseroan
Terbatas misalnya, atau dalam bentuk lain misalnya Koperasi, dan Pertanyaan
selanjutnya Koperasi seperti Apa?
Disinilah mulai banyak yang ingin mengembangkan lebih banyak
Koperasi dengan Prinsip Syariah atau kita kenal dengan Koperasi Syariah.
Sebetulnya apa perbedaan Utama dari Koperasi Syariah dengan Koperasi
Konvensional yang paling jelas tentu Koperasi Syariah Bebas dari Prinsip Sistem
Bunga atau Riba, itu yang jelas selanjutnya tentu bidang usaha yang dikelola
tentu harus bisnis yang halal dan baik untuk kemaslahatan umat bukan business
yang masih bisa terjebak dalam bisnis haram misalnya perhotelan yang memang
juga harus berprinsip syariah karena kalau tidak bisa jadi Hotel tersebut
menjual alkohol yang masuk kategory produk haram atau dilarang dalam bisnis
syariah misalnya.
Koperasi
syariah mempunyai kesamaan pengertian dalam kegiatan usahanya bergerak di
bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah),
atau lebih dikenal dengan koperasi jasa keuangan syariah. Sebagai contoh produk
jual beli dalam koperasi umum diganti namanya dengan istilah murabahah, produk
simpan pinjam dalam koperasi umum diganti namanya dengan mudharabah. Tidak
hanya perubahan nama, sistem operasional yang digunakan juga berubah, dari
sistem konvesional (biasa) ke sistem syari’ah yang sesuai dengan aturan Islam.
Ref: http://kementeriankoperasi.com/pengertian-koperasi-syariah/
Nilai-nilai Koperasi
Syariah
Pemerintah dan swasta, meliputi individu maupun masyarakat,
wajib mentransformasikan nilai-nilai syari’ah dalam nilai-nilai koperasi,
dengan mengadopsi 7 nilai syariah dalam bisnis yaitu :
a) Shiddiq yang
mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas.
b) Istiqamah yang
mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas.
c) Tabligh yang
mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif
d) Amanah yang
mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi, dan kredibelitas.
e) Fathanah yang
mencerminkan etos profesional, kompeten, kreatif, inovatif.
f) Ri’ayah yang
mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian, awareness.
g) Mas’uliyah yang
mencerminkan responsibilitas.
Tujuan Koperasi Syariah
Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang
berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Fungsi dan Peran Koperasi Syariah yaitu:
a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota
pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan
sosial ekonominya.
b. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar
menjadi lebih amanah, professional (fathonah), konsisten, dan konsekuen
(istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan
prinsip-prinsip syariah islam.
c. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian
nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan
demokrasi ekonomi.
d. Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan
dana, sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta.
e. Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu
bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif
f. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja
g. Menumbuhkan-kembangkan usaha-usaha produktif anggota
Koperasi syariah merupakan badan usaha koperasi yang
menjalankan usaha-usahanya dengan prinsip syariah islam yaitu al-quran dan
assunnah. Secara teknis koperasi syariah bisa dibilang sebagai koperasi yang
prinsip anggota dan kegiatannya berdasarkan syariah Islam.
Pertanyaan berikutnya Bagaimana strategy Koperasi Syariah
bisa berkembang dengan baik khususnya Sumatera Barat sebagai Model Pengembangan
Usaha Koperasi Syariah. Sama seperti dengan business secara umum atau
organisasi memang kita senantiasa harus punya 1. Business Plan/Strategi Jelas
termasuk Cakupan Business yang dikelola
2. Struktur Organisasi Profesional
3. System Yang Jelas termasuk Infrastruktur ICT misalnya
4. Compency/Skills Personel
5. Target Yang Terukur (SMART)
6. Ghirah atau Semangat Untuk Kemajuan Umat
Hal diatas perlu dimiliki sehingga kita mengukur apakah
Program yang kita lakukan apakah berhasil atau tidak, kemudian pendekatan apa
yang bisa kita lakukan agar Penetrasi Koperasi Syariah bisa berkembang dengan
cepat dengan memanfaatkan momentum ABI 212 yang masih menjadi pembicaraan kita
sampai sekarang ini. Khusus untuk Sumatera Barat juga baru diluncurkan Business
Retail Modern yaitu DayaMart (Dompet Dhuafa) dan MinangMart (Inisiatif Minang
Grafika – Jamkrida dan Bank Nagari – BUMD Sumbar) demikian juga mulai
bermuncukan MarketPlace yang dikelola para anak-anak muda minang seperti
GerobakOnline.Com misalnya.
Ada beberapa Komunitas yang bisa diajak kerjasama misalnya
Komunitas Mesjid atau Remaja Mesjid, Komunitas Mahasiswa dengan Koperasi
Mahasiswanya, Komunitas Pedagang Pasar, Komunitas Pegawai Negeri dengan
Koperasi Pegawainya, serta Beberapa Komunitas lainnya termasuk Komunitas Alumni
atau Komunitas Perantau dan lain sebagainya dan diharapkan bisa menjadi
Penggerak Koperasi Syariah yang akan dijalankan di Ranah Minang atau Sumatera
Barat.
Kemudian untuk bisa di-buy in oleh Gerarasi Muda baik
kategory Millenial maupun Baby Boomers yang sudah cenderung menggunakan
Lifestyle Digital tidak ada salahnya Koperasi Syariah menggunakan Apps Fintech
yang sekarang banyak bermunculan dan bisa digunakan atau diajak bekerjasama
misalnya yang penulis tahu misalnya Apps Ikiosk dari PT. Data Aksara Matra
(DAM), atau beberapa Aplikasi Fintech Lainnya. Kenapa Apps Fintech Ini
perlu?..Karena kalau model Koperasi atau Business yang dijalankan tidak bisa
mengikuti perkembangan zaman biasanya akan sepi peminat tetapi kalau bisa
mengikuti Lifestyle anggotanya tentu akan banyak keuntungan yang bisa diperoleh
misalnya untuk system yang sudah digital dan paperless dan cashless akan
memudahkan dalam penetrasi pasar dan juga bisa menekan biaya administrasi dan
tenaga kerja sehingga secara business bisa lebih effisien dan yang penting lagi
secara pemasaran atau marketing juga bisa menggunakan Digital Marketing dan
Branding sehingga akan mudah mencapai target market dengan cepat dan relatif low cost.
Semoga saja hal ini bisa segera terwujud dan untuk bidang
usaha yang bisa dikelola sangat banyak sekali mulai dari usaha UMKM – Pertanian
dan Pertenakan misalnya penulis sudah mengembangkan konsep Integrated Farming
yang berprinsip syariah atau bagi hasil misalnya, demikian juga dengan
pertanian atau perikanan serta sekarang yang lagi berkembang pesat di Sumatera
Barat sektor pariwisata syariah mulai dari Hotel – HomeStay – Transportasi dan
Restoran atau Wisata Kuliner lainnya termasuk usaha oleh-oleh atau sourvenir.
Demikian juga dengan Koperasi simpan Pinjam yang selama ini dijalankan dengan
Konsep Kapitalis bisa diganti dengan konsep syariah.
Semoga hal ini bisa segera terwujud yang pada tahap awal bisa
saja keuntungan tidak terlalu besar tetapi yang penting adalah keberkahan atau
kehalalan rezki atau usaha yang kita geluti dan syukur-syukur bisa menjadi
Model Ekonomi untuk umat yang maju bersama-sama dan saling membantu dengan
sesama. Insha Allah..
Bekasi 28 Desember 2016
@Rizal2407
- Masrizal Umar
PT Sintola
Solusindo Dinamika https://www.youtube.com/c/PTSintolaSolusindoDinamikaPortofolios
"Janganlah
Berfikir Menjadi Orang Sukses Tapi Berusahalah Menjadi Orang yang Bernilai"
Marketing Learning Series – Harapan Baru Untuk Pariwisata Halal Sumatera Barat
Menarik sekali untuk membicarakan Potensi dan Harapan
kemajuan Pariwisata Halal Sumatera Barat setelah Kemarin Secara Resmi Bapak
Gubernur Prof Dr Irwan Prayitno,
melantik Ir Oni Yulfian Msi,
selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Provinsi Sumatera Barat.
Harapan Pak Gubernur tertumpu kepada ‘tangan dingin” Kanda Oni untuk bisa
menadi Nahkoda Baru Dinas Pariwisata Sumatera Umumnya dan Destinasi Wisata Halal
Dunia Khususnya.
Ini menarik sekali untuk kita bisa membantu memberikan
sumbang saran dan masukan kepada Bapak atau Kanda Oni, karena saya pribadi
lebih nyaman memanggil Kanda karena beliau memang senior kami di Alumni ITB
serta Yayasan Alumni Minang Bandung,
dan saya ingat betul bagaimana Bapak Gubernur berharap banyak kepada Kanda Oni,
yang sebetulnya pada 5 tahun lalu juga menawarkan
Jabatan yang sama kepada Kanda Oni tetapi beliau waktu itu masih fokus berkarir
di Kementrian Pariwisata Pusat, yang mungkin pada saat itu “gengsi”nya dan peluangnya lebih besar dibanding pulang
ke Ranah Minang. Cerita ini kami kutip langsung dari Cerita Bapak Gubernur
sewaktu beliau menjadi Narasumber pada acara Rakernas Yayasan Alumni Minang
Bandung bulan Oktober lalu.
Kenapa begitu besar harapan Pak Gubernur karena berdasarkan
pengalaman Pak Gubernur memimpin Sumbar selama
periode pertama beliau secara jujur mengakui bahwa Kinerja Para Pejabat
Sumbar yang berasal dari Alumni dari Jawa khususnya ITB memang menunjukan kinerja
yang bisa diandalkan dan beliau menceritakan juga succes story seorang ‘anak buah” beliau yang dipercaya
mengurusi bidang Pekerjaan Umum
memberikan hasil sesuai harapan Pak Gubernur dan bisa di andalkan dan sekarang
sudah berhasil memegang salah satu Jabatan Eselon I di Kementrian PUPR di
Jakarta setelah merintis karir di Sumbar.
Bahkan lebih jauh Pak Gubernur mengatakan kalau pada Periode
pertama pemerintahan beliau bisa berdasarkan penunjukan lansung tanpa tender
jabatan secara terbuka seperti sekarang yang dibuka secara luas dan dibantu
oleh lembaga Independent seperti
Lembaga Psikologi dari Universitas Indonesia dan memang dari hasil Uji Potensi
yang dilakukan oleh Lembaga Assessment
Center dari UI tersebut kanda Oni layak untuk memagang Jabatan yang
diamanahkan oleh Pemimpin Sumbar tersebut, dan secara akademis dan pengalamaan
juga pas karena Kanda Oni adalah lulusan dari Planologi ITB yang memang salah
satu kekhususan ilmunya adalah bidang Perencanaaan dan Pengelolaan Pariwisata
dan pembangunan daerah atau Ibarat pepatah urang minang Ibarat “Jangguik pulang
ka daguak” atau “Ibarat Pinang pulang ka tampuaknyo”.
Apalagi momentumnya juga sangat pas setelah Sumatera
ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Halal Dunia oleh Bapak Gubernur Sumbar
bersama dengan Para Bupati dan Walikota di Sumatera Barat dan menurut cerita
Pak Gubernur karena seluruh Bupati dan Walikota termasuk Bupati Kepulauan
Mentawai sepakat dengan suara bulat menjadi Sumatera Barat sebagai Destinasi
Wisata Halal Dunia.
Bahkan pada Pentas Tingkat Dunia, Pariwisata Indonesia meraih
prestasi gemilang dari gelaran World Halal Tourism 2016 yang berlangsung di
Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia sukses memboyong 12 penghargaan dari 16
kategori yang diperebutkan dalam ajang tersebut dan dari 12 Penghargaan yang diboyong pulang oleh
Indonesia, 3 diantaranya berhasil direbut oleh Sumatera Barat:
Berikut, 12
penghargaan yang diraih Indonesia dari ajang World Halal Tourism 2016.
1. World's
Best Airline for Halal Travellers (Garuda Indonesia)
2. World's
Best Airport for Halal Travellers (Sultan Iskandar Muda Internasional Airport,
Aceh)
3. World's
Best Family Friendly Hotel (The Rhadana Kuta, Bali)
4. World's
Most Luxurious Family Friendly Hotel (The Trans Luxury Bandung)
5. World’s
Best Halal Beach Resort (Novotel Lombok Resort and Villas)
6. World’s
Best Halal Tour Operator (ERO Tours Sumatera Barat)
7. World’s
Best Halal Travel Website (www.wonderfullomboksumbawa.com)
8. World’s
Best Halal Honeymoon Destination (Sembalun Valley Region, Nusa Tenggara Barat)
9. World’s
Best Hajj & Umrah Operator (ESQ Tours and Travel)
10. World’s
Best Halal Destination (Sumatera Barat)
11. World’s
Best Halal Culinary (Sumatera Barat)
12. World’s
Best Halal Cultural Destination (Aceh).
Khusus untuk
Pemerintahan Sumatera Barat sendiri mendapat 2 Kategori yaitu World’s Best Halal Destination dan World’s
Best Halal Culinary.
Jadi kalau
ibarat orang dagang atau ‘manggaleh” Pak Oni Yulfian sudah dibekali modal yang
cukup untuk mulai mengembangkan dan memajukan serta memberikan sentuhan yang
berbeda untuk Pariwisata di Sumatera Barat.
Bapak Ir. Joko Widodo sudah secara tegas menyatakan bahwa
tahun 2018 Pariwisata dan Kelautan akan menjadi Core Business Indonesia,
dan demikian juga halnya dengan Insight dari
Bapak Gubernur Irwan Prayitno bahwa beliau hanya Menawarkan Pariwisata dan
Kelautan, serta Energi Terbarukan kepada para Investor untuk berinvestasi di
Sumatera Barat. Ini artinya untuk Provinsi Sumatera Barat sangat berharap
sekali Pariwisata bisa menjadi Lokomotif Baru pertumbuhan Ekonomi di Sumatera
Barat selain Semen Padang dan Bidang Jasa lainya di Sumatera Barat sebab kalau
Industri Padat karya seperti Garment misalnya tidak akan berkembang di Sumatera
Barat dan akan kalah bersaing dengan Industri Garment dari Jawa Barat dan Jawa
Timur serta Jawa Tengah misalnya.
Kalau dilihat pada tulisan saya sebelumnya, kalau kita
berbicara untuk Pariwisata Indonesia Umumnya dan Sumbar khususnya,
Digital Learning Series
– Peranan Internet Dalam Memasarkan dan Memajukan Pariwisata Indonesia http://sintola-solusindo.blogspot.co.id/2016/12/digital-learning-series-peranan_7.html
Kita Jangan cepat berpuas diri dulu karena berdasarkan report
The Travel & Tourism Competitiveness Index Ranking 2015 Ranking Indonesia masih kalah jauh dari
Singapore 11- Malaysia 25 – Thailand 35
sementara Indonesia masih di tangga 50.
Banyak hal masih perlu kita lakukan Seperti yang dijelaskan
dalam Appendix A dalam laporan itu
ada 14 Parameter yang menjadi
penilaian dan dikelompokan menjadi 4 yaitu Enabling
Environment – T&T Policy – Infrastucture dan Natural dan Cultural Resources .
A) Enabling Environment, composed of five pillars:
1. Business Environment,
2. Safety and Security,
3. Health and Hygiene,
4.Human Resources and
Labour Market,
5. ICT Readiness;
B) T&T Policy and Enabling Conditions, composed of four
pillars:
6. Prioritization of
Travel & Tourism,
7. International
Openness,
8. Price Competitiveness,
9. Environmental
sustainability;
C) Infrastructure, composed of three pillars:
10. Air Transport
Infrastructure,
11. Ground and Port
Infrastructure,
12. Tourist Service
Infrastructure; and
D) Natural and Cultural Resources (2 pillars):
13. Natural Resources
and
14. Cultural Resources
and Business Travel.
Terus apa
yang bisa segera bisa dilakukan oleh Pemda Sumatera Barat khususnya Dinas
Pariwisata,menurut hemat saya ada beberapa langkah atau beberapa hal
1.
Menyamakan
persepsi para Stake Holder Pelaku
Pariwisata di Sumatera Barat terutama tentu dengan Pak Gubernur dengan Jajaran
OPD-nya serta DPRD, kemudian dengan seluruh Bupati dan Walikota serta Jajaran
OPD-nya khususnya para kepala Dinas Pariwisata di masing-masing wilayah,
kemudia tentu dengan para pelaku Industri Pariwisata sendiri misalnya ASATA,
ASITA, PHRI dan Asosiasi Lainnya seperti Pemandu Pariwisata dan Agent Travel
atau Rental Mobil dan lainnya termasuk
mungkin juga dengan Para Organisasi Para Perantu Minang yang juga bisa menjadi
motor penggerak untuk wisatawan lokal
atau wisman misalnya. Hal ini penting dilakukan misalnya perlu menjelas apa itu
beda Wisata Halal dengan Wisata Konvesional, apa yang harus dilakukan oleh
masing-masing stake holder dan yang terakhir tentu adalah meng-edukasi
bersama-sama masyarakat kita untuk memiliki kesadaran bersama pentingnya
Pariwisata menjadi Lokomotif perekononomian Sumatera Barat khususnya. Hal ini sangat penting dilakukan karena kita
masih sering mendengar para pelaku atau tuan rumah Pariwisata di Destinasi
utama masih belum bisa memberikan pelayanan tebaik kepada para tamu atau turis
yang datang ke Sumatera Barat. Bahkan masih sering kita dengan para pemilik
rumah makan “main pakuak’’ atau para
pemilik travel atau mobil sewaan, demikinan juga hal lain ynag sederhana misalnya
tarif parkir yang jauh lebih mahal dari Mal di Jakarta, ini misalnya kasus
perparkiran di Kota Bukit Tinggi yang sempat jadi Viral di Medsos, dan
Alhamdulillah Bapak Walikota yang baru (Bapak Ramlan Nurmatias) cepat tanggap
dan sekarang sudah mulai tertata dengan baik.
2.
Menjalin
Kerjasama dan Komunikasi yang baik dengan Kementrian Pariwisata serta Instansi
Terkait dengan kemajuan Pariwisata di Sumbar misalnya dengan Kementrian PUPR
dan Bappenas serta Kementrian Keuangan dan Kementrian Perhubungan, dan Kominfo misalnya
karena Instansi ini sangat memegang peranan penting dalam kemajuan atau
penyediaan fasilitas atau Infrastruktur pendukung pariwisata di Sumbar mulai
dari Fasilitas Jalan – Jembatan serta Fasilitas di Destinasi Wisata, Pelabuhan
Udara, Laut serta Terminal serta jangan lupa Fasilitas Jaringan Komuninasi
khususnya Jaringan Telepon dan Internet dan Data. Selain itu tidak ada salahnya
menjalin kerjasama dengan Perusahaan besar khususnya BUMN seperti Semen
Indonesia Group – Pupuk Indonesia Group – Telkom Group – Bank Nasional serta
beberapa kelompok usaha lainnya untuk bisa menggunakan CSR mereka untuk mendukung
kemajuan Pariwisata di Sumatera Barat.
3.
Membenahi
Infrastruktur dan Fasilitas Umum di Destinasi Utama Pariwisata yang paling
utama misalanya Peta Petunjuk Lokasi, Fasilitas Sanitasi (MCK dll), Fasilitas
Parkir serta tentunya meng-edukasi para pelaku usaha wisata yang ada mulai dari
Akomodasi dan Rumah Makan/Restoran serta Fasilitas pendukung lainnya. Contoh
yang paling gampang misalnya mewajibkan setiap Restoran dan Rumah Makan membuat
daftar harga makanan serta jasa lainnya. Sehingga tidak ada lagi kita dengan
istilah “kena pakuak” misalnya.
4.
Memanfaatkan
Dunia Digital dan Internet misalnyan untuk alat atau sarana memajukan
Pariwisata di Sumbar mulai dari alat untuk memasarkan atau yang kita kenal
dengan Digital Marketing serta yang jauh lebih penting untuk membangun atau
meng-edukasi untuk sadar wisata dan bisa menjadi agent kemajuan pariwisata di
Sumatera Barat misalanya dengan secara aktif mem-promosikan Pariwisata dengan
aktif melakukan Like dan Share di FB atau Re-Tweet di Twitter atau Like/Love di Instagram misalnya. Dan
seperti yang kita lihat sekarang yang lagi tayang yaitu Iklan Google (www.google.co.id)
tentang Liburan yaitu melakukan Tagging
destinasi wisata dan memberikan evaluasi atau penilaian dan posting
foto/dokumentasi di Destinasi wisata yang dikunjungi, hal ini cukup membantu. Selain
itu, dari Pemerintah sendiri juga bisa meng-edukasi masyarakat untuk melakukan
Tagging Destinasi dan Fasilitas Pariwisata termasuk Hotel dan Restaurant serta
HomeStay misalnya di Google Maps dan Paranomio misalnya. Sehingga kalau orang
menjadi Destinasi Wisata mendapat informasi selenkap mungkin.
Mungkin itulah sebagian yang bisa kami sampaikan kepada Para
Pelaku Pariwisata di Sumbah Khususnya dan Indonesia Umumnya karena untuk
kemajuan Pariwisata butuh dukung dari banyak pihak terutama tentu Masyarakat
yang akan menjadi tuan rumah di masing-masing destinasi wisata dan yang paling
mudah dilakukan tentu menjaga kebersihan dan kesopanan dan minimala selalu
mengucapkan terima kasih setelah berintegrasi dengan turis atau wisatawan
terutama para pedagang misalanya, serta senantiasa menghargai dan kalau bisa membantu para tamu /
turis yang yang berkunjung kedaerah dan khususnya untuk Para dunsanak kita yang
ada di Kampung mulai sekarang buanglah jauh-jauh jargon atau pameo “Bilo
Lo Awak Makan Pitih Urang Rantau Lai” sehingga kalau ini kita bisa ubah
para perantau atau para turis nusantara atau mancanegara akan senang berkunjung
ke Sumatera Barat/ Ranah Minang dan akan repeat
visit sehingga bisa menjadikan Pariwisata sebagai Lokomotif Baru pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat
Khususnya dan Indonesia Umumnya dan sekali lagi Selamat Bertugas kepada Kanda Ir Oni Yulfian Msi, selaku Kepala Dinas
Pariwisata dan Industri Kreatif – Provinsi Sumatera Barat, semoga senantiasa
amanah dan selalu diberikan kemudahan dan kesehatan oleh Allah SWT dan Insha
Allah didukung oleh semua stake holder
dan tentu kami dari Yayasan Alumni Minang Bandung dan Alumni ITB seta UKM – ITB
khususnya akan senantiasa memberikan dukungan dan masukan demi keberhasilan dan
kemajuan Pariwisata Halal di Sumatera Barat dan Indonesia. Insha Allah....
Bekasi 28 Desember 2016
@Rizal2407
- Masrizal Umar
PT Sintola Solusindo Dinamika https://www.youtube.com/channel/UCfvtOZg5qMAJGPwk1xT03yw
"Janganlah Berfikir Menjadi
Orang Sukses Tapi Berusahalah Menjadi Orang yang Bernilai"
Friday, December 9, 2016
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Digital Marketing Vs Medsos Marketing ?
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Digital Marketing Vs Medsos Marketing ?: Saya ingin sedikit sharing bahwa tadi malam ada yang WA saya apakah Training Digital Marketing PT Sintola Solusindo "Hanya" ...
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Premium Digital Marketing and Knowledge Management...
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Premium Digital Marketing and Knowledge Management...: https://www.eventbrite.com/e/premium-digital-marketing-and-knowledege-management-training-tickets-29771879493 Basic Google Platforms ...
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Premium Digital Marketing and Knowledge Management...
PT. Sintola Solusindo Dinamika: Premium Digital Marketing and Knowledge Management...: https://www.eventbrite.com/e/premium-digital-marketing-and-knowledge-management-training-tickets-29737986117?utm-medium=discovery&utm-ca...
Friday, April 29, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)






